Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tipa@iainmadura.ac.id

Mahasiswa Tadris IPA UIN Madura Kembangkan Alat Monitoring Kualitas Udara Mandiri Berbasis IoT, Wujud Nyata Integrasi TIPA dan Teknologi Terapan

  • Diposting Oleh Admin TIPA
  • Kamis, 25 Juni 2026
  • Dilihat 41 Kali
Bagikan ke

UIN Madura, 25 Juni 2026 – Kepedulian terhadap kualitas udara yang kian memburuk mendorong mahasiswa Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan untuk menghadirkan inovasi alat monitoring kualitas udara mandiri berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini menjadi bukti nyata integrasi antara ilmu dasar (sains) dan teknologi terapan dalam menjawab tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks.

mengungkapkan bahwa ide pembuatan alat ini berawal dari keluhan banyak mahasiswa yang merasa kurang nyaman saat belajar di ruang tertutup seperti perpustakaan atau tempat-tempat di area kampus karena sirkulasi udara yang buruk. "Kami ingin menghadirkan solusi agar kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat yang aman dan menyehatkan. Udara yang bersih dan segar sangat berpengaruh terhadap fokus dan daya serap mahasiswa saat menerima materi," ujarnya.

Alat yang dirancang ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan berbagai sensor untuk mendeteksi parameter kualitas udara secara real-time seperti MQ-135. Beberapa parameter yang dapat diukur meliputi suhu, kelembapan, serta konsentrasi gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), amonia (NH₃), dan partikel debu (PM2.5 dan PM10). Data dari sensor dikirim melalui koneksi Wi-Fi ke platform cloud dan ditampilkan pada dashboard berbasis web. sehingga kondisi udara dapat dipantau dari mana saja dan kapan saja.

Dosen pembimbing, Khotibul Umam, menekankan bahwa karya mahasiswa ini merupakan bentuk integrasi TIPA (sains) dengan teknologi terapan. "Mahasiswa tidak hanya memahami teori fisika dan kimia tentang parameter udara, tetapi juga mampu merancang sistem elektronika, pemrograman, serta konektivitas digital secara utuh. Inilah esensi pendidikan yang menyatukan pengetahuan dasar dengan keterampilan terapan," jelasnya.

Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur early warning alarm yang secara otomatis mengirimkan peringatan dini ketika kadar gas berbahaya melebihi ambang batas aman."Dengan sistem peringatan dini ini, masyarakat bisa segera mengambil tindakan, seperti menggunakan masker atau menghindari area tersebut," tambah Nizar.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi prototipe awal bagi pengembangan sistem pemantauan kualitas udara yang terintegrasi secara lebih luas, terutama di wilayah dengan tingkat polusi tinggi yang belum sepenuhnya terpantau oleh stasiun pemantauan resmi.Ke depan, tim berharap alat ini dapat memperoleh dukungan dari civitas akademika UIN Madura dan perluasan implementasi di lapangan, agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Tadris IPA mampu menciptakan solusi nyata yang aplikatif dan berdampak langsung bagi lingkungan sekitar. Ini adalah wujud nyata bahwa ilmu yang kami pelajari di kampus dapat diimplementasikan untuk kebaikan bersama," pungkas Nizar mahasiswa TIPA UIN Madura.